
Tantangan bertani di lahan bekas rob kini memasuki babak baru , dengan diperkenalkannya teknologi Digital Farming dan sistem Bioremediasi , bagi petani di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara.
Inovasi ini resmi diperkenalkan dalam agenda pelatihan peningkatan produktivitas padi salin , Senin 6 April 2026 , sebagai solusi cerdas untuk menetralisir kadar garam tinggi pada tanah pesisir .
Asisten Manajer Unit Pengembangan UMKM Bank Indonesia Tegal , Muhammad Abror Widigdo menjelaskan , BI memfasilitasi pembuatan lahan percontohan atau demplot , seluas tiga hektar yang berbasis aplikasi digital , untuk memantau kondisi tanaman secara akurat.
Selain untuk produksi konsumsi , sebagian lahan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat perbenihan padi biosalin unggul , guna menjamin ketersediaan bibit yang tahan terhadap intrusi air laut bagi petani setempat .
Abror menambahkan , melalui penerapan teknologi yang presisi , risiko gagal panen akibat faktor alam diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan . Transformasi ke arah pertanian digital ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen , namun juga menjadi bukti bahwa lahan bekas rob tetap memiliki potensi besar , jika dikelola dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat ., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 3024 |
Pengunjung Online |
: | 1 |