
Kota Pekalongan tak hanya dikenal dengan batiknya, tetapi juga dengan hangatnya kebersamaan antarumat beragama . Seperti yang tampak dalam suasana berbeda terlihat di Gereja Santo Petrus. Bukan hanya jemaat yang bersiap menyambut hari suci paskah , namun juga puluhan petugas Rumah Tahanan Kelas Dua A Pekalongan, yang turut ambil bagian .
Sebanyak 25 personel Rutan, Senin pagi, turun langsung membersihkan area gereja . Mulai dari halaman hingga bagian dalam bangunan, semua ditata rapi sebagai bentuk kepedulian lintas iman .
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pekalongan, M. Anang Saefulloh menyebutkan, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti , tetapi lebih dari itu, hal ini adalah wujud nyata toleransi yang hidup di tengah masyarakat .
Momentum Jumat Agung dan Paskah dinilai menjadi saat yang tepat, untuk memperkuat nilai kebersamaan . Sekaligus menjaga harmoni antarumat beragama di Kota Pekalongan .
Tak hanya soal kebersihan, kegiatan ini juga menjadi simbol hubungan yang selama ini sudah terjalin . Gereja Santo Petrus diketahui aktif mendukung pembinaan mental warga binaan Katolik di dalam rutan .
Sinergi inilah yang ingin terus dirawat , tidak hanya dalam bentuk kerja sama program, tetapi juga melalui aksi nyata di tengah masyarakat .
Sementara itu, Sekretariat Paroki Santo Petrus, Hari menyambut hangat kegiatan tersebut. Hari mengaku bersyukur karena aksi sosial ini, hadir di tengah suasana sukacita Paskah .
Menurut Hari, keterlibatan rutan menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal sekat . Sekaligus memperkuat hubungan baik yang selama ini sudah berjalan . Selama ini, gereja juga rutin mengirimkan rohaniwan untuk memberikan bimbingan iman bagi warga binaan Rutan , Sebuah kolaborasi yang diharapkan terus berlanjut .
Dari Pekalongan, kita belajar bahwa toleransi tidak cukup hanya diucapkan . Tetapi harus dihadirkan, dirawat dan diwujudkan dalam tindakan nyata ., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4950 |
Hits Hari ini |
: | 2994 |
Pengunjung Online |
: | 1 |