
Musim tanam tahun ini tak sepenuhnya membawa harapan bagi para petani di Kota Pekalongan, Ratusan petani kini dihadapkan pada ancaman serius , yaitu serangan burung emprit yang kian masif .
Sekitar 700 petani di lahan seluas 775 hektare terdampak, Bahkan sebagian lahan dilaporkan mengalami gagal panen . Hama burung emprit menjadi penyebab utama , yang hingga kini masih sulit dikendalikan .
Kabid Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultuira, Moh Karmani mengaatakan, para Petani sekarang ini pun masih mengandalkan cara tradisional, mulai dari memasang orang-orangan sawah, dengan bunyi-bunyian, hingga mengunakan jaring perangkap. Namun hasilnya belum maksimal .
Menurut Karmani, upaya lain juga dilakukan dengan menghadirkan rumah burung hantu , sebagai pengendali alami hama . Meski demikian, efektivitasnya masih dalam proses pemantauan .
Kondisi ini membuat petani cenderung menunda masa tanam , mereka masih enggan mengambil risiko menjadi yang pertama menanam , karena khawatir mengalami kerugian .
Situasi ini menjadi tantangan serius , yang membutuhkan solusi lebih efektif dan berkelanjutan . Agar musim tanam kembali memberi kepastian bagi para petani ., (Opix - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4827 |
Hits Hari ini |
: | 3130 |
Pengunjung Online |
: | 1 |