%20Kota%20Pekalongan%2C%20Lili%20Sulistyawati.jpeg)
Pemerintah Kota Pekalongan kini tengah merintis langkah besar untuk menjadi pusat penyedia benih padi biosalin pertama di wilayah Pantura Jawa. Upaya ini muncul sebagai solusi permanen atas sulitnya mendapatkan pasokan benih padi tahan air asin yang selama ini harus didatangkan dari Banten dan Bogor. Dengan adanya sentra pembenihan lokal, diharapkan kebutuhan petani di kawasan pesisir dapat terpenuhi lebih cepat dan efisien.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menegaskan bahwa proses menuju sentra pembenihan tidaklah mudah. Setiap benih yang diproduksi harus melalui tahapan sertifikasi yang ketat agar kualitas dan legalitasnya terjamin. Untuk itu, Pemkot Pekalongan menggandeng sejumlah lembaga, mulai dari Bank Indonesia, BRMP Biogen Bogor, hingga Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Jawa Tengah sebagai pendamping teknis di lapangan.
Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, para petani di wilayah utara kini mulai dilatih untuk memproduksi benih sesuai standar nasional. Pendampingan dari para ahli diharapkan mampu meningkatkan keterampilan petani dalam menghasilkan benih berkualitas tinggi. Dengan demikian, Pekalongan tidak hanya berfokus pada produksi padi konsumsi, tetapi juga mulai menyiapkan diri sebagai pusat pembenihan yang berdaya saing.
Jika proses sertifikasi ini berhasil, Kota Pekalongan akan menjadi daerah mandiri dalam penyediaan benih biosalin. Lebih jauh lagi, Pekalongan berpotensi menjadi tumpuan bagi daerah-daerah lain di sepanjang jalur Pantura yang menghadapi kendala serupa akibat intrusi air laut pada lahan pertanian mereka. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani pesisir. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4829 |
Hits Hari ini |
: | 256 |
Pengunjung Online |
: | 1 |