
Sejak diresmikan pada tahun 2022 , Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan , terus berbenah , dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman . Upaya ini , membuahkan hasil positif , terlihat dari jumlah warga belajar , yang meningkat setiap tahun .
Awalnya , SKB diperuntukkan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) , sebagai alternatif pendidikan . Namun , seiring waktu , posisinya bergeser . SKB tidak lagi dianggap sebagai pilihan kedua , melainkan telah menjadi salah satu jalur utama , bagi peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan , dengan cara berbeda dari sekolah formal .
Layanan Operasional SKB Kota Pekalongan, Arif Sulistiono menjelaskan , fenomena ini mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat , terhadap pendidikan non-formal .
Faktor utama yang mendorong minat tersebut , adalah kesempatan bagi peserta didik , untuk mengembangkan potensi diri secara lebih leluasa , baik dalam bidang akademik , maupun keterampilan . Selain itu , sistem pembelajaran yang fleksibel , menjadi daya tarik tersendiri bagi warga belajar .
Arif menegaskan , peningkatan jumlah peserta didik di SKB , bukan karena bertambahnya angka ATS , melainkan karena SKB , kini hadir sebagai pilihan pendidikan , yang relevan dan diminati . Bahkan , konsepnya semakin mendekati model homeschooling , yang menekankan fleksibilitas , serta pengembangan potensi individu ., (Opix - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4816 |
Hits Hari ini |
: | 1996 |
Pengunjung Online |
: | 1 |