
Meski dengan keterbatasan anggaran, tapi tidak menyurutkan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan , dalam meningkatkan keterampilan kerja masyarakat , melaui Balai Latihan Kerja setempat.
Tahun ini, Pemkot memang harus memangkas jumlah pelatihan berbasis kompetensi. Dari semula 19 paket, kini hanya tersisa 11 paket pelatihan, Kondisi ini terjadi akibat pencairan dana DBCHT ke daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, Betty Daviani Dahlan menyebut, dampak dari keterlambatan ini tidak hanya dirasakan pada berkurangnya pelatihan, tetapi juga menurunnya permohonan kartu pencari kerja atau AK1.
Namun demikian, Pemerintah Kota tetap berupaya menjaga akses masyarakat, terhadap pelatihan kerja, meskipun dengan skala yang lebih terbatas.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Di tengah keterbatasan anggaran, pelatihan berbasis kompetensi tetap menjadi salah satu jalan, untuk meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4922 |
Hits Hari ini |
: | 2519 |
Pengunjung Online |
: | 1 |