
Badan Penangulangan Bencana Daerah Kota Pekalongan melakukan berbagai upaya, antisipasi terjadinya musim kemarau tahun ini , berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih lama dari biasanya, sebagaimana prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD , Priyono , kepada Radio Kota Batik mengatakan , kondisi tersebut diperkirakan mulai terasa sejak April hingga Juni, dengan puncak kekeringan pada Agustus mendatang.
Dampaknya, sejumlah wilayah berisiko mengalami krisis air bersih, hingga meningkatnya potensi kebakaran lahan. Untuk itu pihak BPBD bergerak cepat dengan melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan.
Pihak BPBD jua menyiapkan distribusi air bersih, terutama untuk kebutuhan pertanian, serta berrencana akan membuat sumur bor di kawasan pesisir , sebagai langkah darurat jika kondisi semakin memburuk.
Pihak BPBD juga meningkatkan kewaspadaan, terhadap kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati. khususnya saat melakukan pembakaran di area kering yang mudah memicu api . Edukasi penghematan air pun terus digencarkan, diiringi penguatan koordinasi lintas sekto,r agar dampak kemarau bisa ditekan semaksimal mungkin.. (Opik – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4814 |
Hits Hari ini |
: | 2047 |
Pengunjung Online |
: | 1 |