
Pemerintah Kota Pekalongan terus menggencarkan upaya pemberantasan rokok ilegal melalui berbagai strategi sosialisasi yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menggandeng Tim Penggerak PKK sebagai ujung tombak edukasi di tingkat keluarga dan lingkungan. Melalui peran aktif para kader, diharapkan pesan tentang bahaya rokok ilegal dapat tersampaikan secara lebih luas dan efektif.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menilai bahwa peran ibu-ibu TP PKK sangat strategis karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam upaya pemberdayaan keluarga. Kader PKK dinilai mampu menjadi penghubung informasi yang tepat, terutama dalam memberikan pemahaman kepada anggota keluarga hingga lingkungan sekitar mengenai pentingnya menjauhi rokok ilegal.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa pemahaman tentang rokok ilegal harus dimiliki terlebih dahulu oleh para kader PKK sebelum diteruskan kepada masyarakat luas. Edukasi tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari ciri-ciri rokok ilegal, perbedaan dengan rokok legal, hingga dampak kerugian negara yang ditimbulkan akibat peredaran rokok tanpa cukai.
Lebih lanjut, Wali Kota menyebutkan bahwa sekitar 50 persen suami dari ibu-ibu TP PKK masih merokok, sementara 50 persen lainnya tidak. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan dalam menyampaikan edukasi secara efektif di lingkup rumah tangga. Ia pun berharap para kader PKK dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menyosialisasikan bahaya rokok ilegal, baik kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat sekitar. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4827 |
Hits Hari ini |
: | 3530 |
Pengunjung Online |
: | 1 |