
Stunting di Kota Pekalongan masih menjadi perhatian serius , dan masuk dalam prioritas nasional . Berdasarkan data terakhir tahun 2024 , angka stunting di daerah ini masih berada di kisaran 19 persen . Kondisi ini tetap menjadi fokus utama pemerintah , meskipun anggaran penanganan sudah cukup besar , dan telah dilakukan berbagai upaya efisiensi dalam pengelolaannya .
Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan , adanya tren peningkatan kasus stunting pada awal tahun 2026 . Berdasarkan hasil penimbangan melalui e-PPGBM di Posyandu , jumlah kasus tercatat naik , dari 1.264 kasus pada Januari menjadi 1.358 kasus pada Februari . Sementara itu , pada kelompok anak di bawah usia dua tahun , angka stunting juga mengalami kenaikan , dari 347 kasus di bulan Januari , menjadi 368 kasus di bulan Februari .
Kepada Radio Kota Batik, Sekretaris Dinsos-P2KB Kota Pekalongan , Nur Agustina menegaskan , kondisi ini harus menjadi perhatian bersama.
Menurut Nur Agustina, meskipun berbagai program sudah berjalan , angka stunting yang masih cukup tinggi di kisaran 19 persen , pada tahun 2024 hingga 2025 , menunjukkan perlunya langkah yang lebih serius dan berkelanjutan dalam penanganannya .
Nur Agustina menambahkan, upaya penurunan stunting , harus difokuskan pada anak-anak di bawah usia dua tahun , sebagai kelompok paling rentan . Selain itu , diperlukan koordinasi yang lebih kuat antar instansi terkait , mulai dari sektor kesehatan , sosial , hingga pemberdayaan masyarakat ., (Ozy - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4828 |
Hits Hari ini |
: | 426 |
Pengunjung Online |
: | 1 |