
Laboratorium Kultur Jaringan (Kuljar) milik Dinperpa Kota Pekalongan , yang telah diresmikan pada Juli 2020 , hingga kini masih tetap beroperasi. Meski di tengah kondisi efisiensi anggaran di berbagai sector , aktivitas di laboratorium ini tetap berjalan , walaupun dengan sejumlah pembatasan , terutama pada kegiatan pembibitan .
Pengelola Laboratorium Kultur Jaringan Dinperpa , Rahmah Lazim , kepada Radio Kota Batik menyampaikan , bahwa terjadi penyesuaian dalam intensitas kerja. Jika sebelumnya kegiatan perbanyakan bibit seperti inisiasi , subkultur , hingga multiplikasi dilakukan hampir setiap hari , dalam lima hari kerja , kini aktivitas tersebut , hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan .
Menurut Rahmah Lazim, dari yang semula mampu menghasilkan sekitar 50, perbanyakan bibit per minggu , jumlah tersebut pun ikut mengalami penurunan .
Laboratorium Kultur Jaringan ini sendiri , merupakan pusat pengembangan bibit unggul secara in vitro , seperti anggrek , pisang , dan nanas. Tujuannya adalah menghasilkan bibit yang berkualitas , seragam , serta bebas dari penyakit dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu , laboratorium ini juga melayani kegiatan edukasi , magang , hingga penyediaan bibit untuk kebutuhan komersial ., (Opix - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4842 |
Hits Hari ini |
: | 118 |
Pengunjung Online |
: | 1 |