
Maraknya perjudian online, kini telah menjadi ancaman serius di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Data terbaru menunjukkan, aktivitas dan transaksi judi online, di daerah ini masuk kategori tinggi dan memprihatinkan .
Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita menyampaikan , pihaknya menerima laporan dari PPATK yang menyebut wilayah eks Karesidenan Pekalongan, termasuk yang tertinggi dalam jumlah pemain aktif dan transaksi judi online. Bahkan secara keseluruhan di wilayah Jawa Tengah , nilai transaksi judi online disebut mencapai hingga Rp 5 triliun .
Menanggapi kondisi tersebut, OJK Tegal menggelar pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD se-eks Karesidenan Pekalongan, di Ballroom Hotel Amandaru, Kota Pekalongan , pada Selasa, 28 April 2026.
Melalui forum ini , OJK mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, sebagai langkah strategis menekan aktivitas keuangan ilegal , termasuk judi online dan investasi bodong .
Kurnia menjelaskan, pelaku judi online didominasi karyawan swasta, disusul pelajar dan mahasiswa yang justru menjadi perhatian serius. Wilayah seperti Brebes dan Pemalang tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengguna terbanyak .
Kurnia menambahkan , OJK akan menggandeng berbagai instansi, untuk melakukan penutupan akun, sekaligus memperkuat edukasi keuangan secara masif, kepada masyarakat agar praktik judi online ini tidak semakin meluas .. (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4843 |
Hits Hari ini |
: | 4766 |
Pengunjung Online |
: | 1 |