
Di tengah tantangan pasang laut yang terus mengintai wilayah pesisir, sektor perikanan Kota Pekalongan terus berbenah agar tetap produktif dan berkembang.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan menyebut, potensi budidaya perikanan daerah setempat saat ini bertumpu pada dua sektor utama, yakni perikanan air payau dan air tawar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Bambang Sugiarto mengatakan, budidaya air tawar tidak hanya berkembang di kawasan pesisir utara, tetapi juga di wilayah selatan yang tidak terdampak pasang surut air laut.
Untuk kawasan Degayu, budidaya dilakukan dengan sistem jaring tangkap dan jaring apung yang relatif aman dari pengaruh pasang laut. Sementara di Bandengan, jaring tangkap ditempatkan di utara tanggul laut dengan investasi yang lebih besat.
Menurut Bambang, sebagai langkah antisipasi menghadapi pasang air laut, nelayan atau pembudidaya juga diminta menyesuaikan posisi jaring tangkap, agar tetap aman dan efektif.
Tak hanya fokus pada adaptasi, DKP juga mulai menyiapkan inovasi teknologi, salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, untuk mengembangkan sistem smart fishing yang membantu nelayan mendeteksi titik koordinat keberadaan ikan.
Di sektor budidaya, inovasi juga diarahkan untuk mempercepat panen ikan lele. Jika sebelumnya panen membutuhkan waktu tiga bulan, teknologi yang dikembangkan ditargetkan mampu memangkas masa panen menjadi dua bulan dengan ukuran ikan lebih besar., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4843 |
Hits Hari ini |
: | 4769 |
Pengunjung Online |
: | 1 |