
Dinas Kesehatan Kota Pekalongan meningkatkan kewaspadaan. terhadap penyebaran campak dan rubella, setelah menemukan tiga kasus positif sejak awal tahun 2026. Seluruh kasus tersebut terjadi pada anak-anak, dan telah mendapatkan penanganan medis hingga dinyatakan sembuh.
Sebagai langkah pencegahan agar penularan tidak meluas, masyarakat diimbau segera melengkapi imunisasi anak melalui program Imunisasi Kejar, yang tersedia di seluruh puskesmas terdekat.
Programmer Imunisasi Dinas Kesehatan setempat, Samsiyah Ratnawati mengatakan, petugas puskesmas akan melakukan penelusuran terhadap lingkungan sekitar pasien, untuk mendata bayi dan anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Jika ditemukan anak dengan jadwal imunisasi yang terlewat, maka akan langsung diarahkan mengikuti imunisasi kejar.
Menurut Samsiyah, langkah ini penting untuk menutup celah kekebalan di masyarakat, khususnya pada kelompok anak yang masih rentan terhadap penyakit menular.
Dinas Kesehatan mencatat, hingga akhir April 2026, terdapat 41 kasus suspek campak dan rubella yang diperiksa, dengan tiga di antaranya terkonfirmasi positif.
Melalui deteksi dini, imunisasi kejar, serta pemeriksaan kesehatan gratis, penyebaran campak dan rubella di Kota Pekalongan, diharapkan dapat dikendalikan dan tidak berkembang, menjadi kejadian luar biasa. Masyarakat pun diminta tetap waspada dan aktif, menjaga kesehatan anak sebagai kelompok paling rentan terhadap penularan penyakit tersebut., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4899 |
Hits Hari ini |
: | 213 |
Pengunjung Online |
: | 1 |