
Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Degayu Tiga , Kelurahan Degayu , Kecamatan Pekalongan Utara , mulai melakukan penanaman padi serentak, pada Rabu pagi , 6 Mei 2026 . Langkah ini diambil sebagai strategi menghadapi ancaman kemarau panjang atau El Nino Godzilla , yang diprediksi akan meningkatkan kadar garam di lahan pesisir .
Penyuluh Pertanian Kecamatan Pekalongan Utara , Lazim Sofi menjelaskan, pada lahan eks-rob seluas 3 hingga 4 hektare ini , petani menggunakan varietas Biosalin 1 , Biosalin 2 , dan IPB11S .
Menurut Lazim, varietas ini dipilih karena memiliki ketahanan tinggi, terhadap salinitas atau kadar asin , yang seringkali membuat padi biasa mati menjelang masa panen .
Dengan masa tanam yang cukup singkat yakni 98 hari , padi Biosalin diharapkan mampu mengulang kesuksesan panen sebelumnya yang mencapai 6,6 ton per hektare .
Meski dihadapkan pada tantangan alam , optimisme petani tetap tinggi mengingat harga jual gabah Biosalin di pasaran cukup kompetitif , yakni stabil di angka 6.500 rupiah per kilogram . Inovasi ini menjadi tumpuan bagi warga pesisir Pekalongan Utara , untuk tetap produktif di tengah ancaman kekeringan ekstrem ., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4839 |
Hits Hari ini |
: | 3209 |
Pengunjung Online |
: | 1 |