.jpeg)
Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan berhasil menghidupkan kembali pusat kuliner yang sempat mati suri melalui program inovatif Bazar Kuliner Legendaris atau Bakul Laris. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membangkitkan ekonomi pelaku UMKM dengan memanfaatkan meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Sirkuit Kabupaten Pekalongan.
Kabid UMKM Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Roufah Ainani menjelaskan, konsep Bakul Laris tidak hanya menghadirkan aneka kuliner tradisional, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal. Para pedagang tampil mengenakan kebaya dan menyajikan menu khas tradisional untuk menciptakan suasana yang lebih menarik dan berkesan bagi pengunjung.
Menurut Ainani, perubahan juga dilakukan pada fasilitas dan tampilan area kuliner agar lebih bersih, nyaman, dan memiliki daya tarik visual. Gedung lama yang sebelumnya terkesan kumuh kini disulap menjadi ruang berkumpul yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Selain itu, para pelaku UMKM juga mendapatkan pembinaan rutin terkait kemampuan komunikasi publik serta standar pelayanan pelanggan.
Tak hanya fokus pada kuliner, pihak dinas turut membuka peluang kolaborasi bagi produk UMKM lainnya yang telah berkembang mandiri, termasuk inovasi produk pertanian seperti pupuk organik lokal. Dengan semangat inklusif dan kemauan untuk terus belajar, diharapkan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Pekalongan dapat terus tumbuh dan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik cuaca maupun kondisi ekonomi yang tidak menentu. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4918 |
Hits Hari ini |
: | 4545 |
Pengunjung Online |
: | 1 |