
Pemerintah Kota Pekalongan mulai memberi perhatian serius, terhadap meningkatnya kasus HIV,AIDS yang kini tidak hanya ditemukan di masyarakat umum, tetapi juga mulai menyasar kalangan usia muda dan mahasiswa.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menyebutkan, kondisi penyebaran HIV,AIDS di Kota Pekalongan saat ini sudah masuk kategori siaga satu. Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan Penguatan Kapasitas Manajemen Jejaring Kesehatan, di Hotel Khas Pekalongan, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Wali Kota yang akrab disapa Aaf tersebut, jumlah kasus HIV di Kota Batik telah mencapai ratusan kasus dan trennya terus meningkat. Yang menjadi perhatian, kasus kini mulai ditemukan di lingkungan kampus.
Kondisi itu membuat Pemkot berupaya memperkuat langkah pencegahan sejak dini melalui edukasi kepada pelajar dan mahasiswa. Pemkot juga akan mempererat kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan agar sosialisasi tentang HIV,AIDS dan bahaya narkoba dapat dilakukan lebih luas dan berkelanjutan.
Selain edukasi, Pemkot Pekalongan juga berencana melakukan kaji terap dengan daerah lain yang memiliki pengalaman menangani tingginya kasus HIV,AIDS.
Wali Kota Aaf berharap upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga melibatkan keluarga, sekolah, kampus dan lingkungan sekitar agar generasi muda lebih memahami risiko serta bahaya penularan HIV,AIDS., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4856 |
Hits Hari ini |
: | 118 |
Pengunjung Online |
: | 1 |