
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan mulai gencar menggandeng para kiai dan pengasuh pondok pesantren di wilayah Kota Batik untuk mendata sekaligus mengumpulkan kitab-kitab lama milik para ulama. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari program alih media atau digitalisasi naskah kuno agar warisan literasi Islam tetap terjaga.
Kabid Perpustakaan Dinarpus Kota Pekalongan, Mahfud mengatakan, pihaknya terus mengintensifkan silaturahmi ke berbagai tokoh agama dan pondok pesantren. Menurutnya, langkah ini penting dilakukan untuk menyelamatkan aset sejarah dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam naskah-naskah lama agar tidak hilang atau rusak dimakan usia.
Melalui proses digitalisasi, isi kitab-kitab kuno nantinya dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat umum maupun para peneliti. Selain membuka akses literasi yang lebih luas, alih media juga menjadi solusi untuk menjaga kondisi fisik naskah asli yang sebagian besar sudah rapuh dan rentan mengalami kerusakan.
Mahfud berharap program digitalisasi naskah kuno ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta komunitas pencinta sejarah lokal. Dengan terjaganya naskah-naskah keagamaan lama tersebut, kekayaan budaya dan sejarah intelektual Islam di Kota Pekalongan diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4922 |
Hits Hari ini |
: | 3017 |
Pengunjung Online |
: | 1 |