
Aktivitas pelelangan ikan di TPI Kota Pekalongan, pada bulan Mei 2026 mencatatkan penurunan produksi menjadi 809 ton , dari bulan April yang sempat menembus 1.200 ton. Penurunan volume ini dipengaruhi oleh faktor cuaca buruk, akibat siklus angin muson timur serta kendala eksternal berupa tingginya harga BBM non-subsidi .
Selain faktor alam , Kepala TPI Kota Pekalongan , Imam Sulaeni menyebut, tingginya penentuan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak , atau PNBP di Pekalongan juga menjadi pemicu utama . Akibat tarif pajak yang dinilai lebih tinggi dibanding daerah tetangga , banyak kapal nelayan yang beralih membongkar muatannya ke daerah lain seperti Tegal dan Juwana .
Menyikapi kendala tersebut , pihak TPI mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP . TPI Pekalongan mengusulkan agar harga acuan ikan disamakan di seluruh TPI se-Pantura Jawa , sehingga penarikan tarif PNBP yang dikenakan kepada nelayan menjadi seragam dan adil .
Imam menyebut , penyelarasan tarif dinilai krusial karena naik turunnya volume bongkar muat ikan berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat pesisir . Jika aktivitas TPI ramai , dampak kesejahteraan tidak hanya dirasakan nelayan , melainkan juga bagi para buruh angkut songkro hingga pedagang warung di sekitar pelabuhan., (Anto – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4870 |
Hits Hari ini |
: | 6243 |
Pengunjung Online |
: | 1 |