
Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Pekalongan , sukses menempati peringkat pertama se-Jawa Tengah dalam hal respons cepat penanganan pasien ODHIV . Begitu ada temuan kasus baru di lapangan , petugas medis langsung mendampingi pasien untuk mengakses pengobatan intensif tanpa penundaan .
Epidemiolog Madya Dinkes Kota Pekalongan , Opik Taufik mengungkapkan , kecepatan intervensi ini menjadi kunci utama Pemkot Pekalongan dalam memotong mata rantai penularan . Sistem penanganan di Kota Batik dinilai paling esponsive karena langsung mengunci status pasien untuk segera mendapatkan obat di faskes terdekat .
Meskipun secara kuantitas pemenuhan target skrining nasional dari pusat masih berada di angka 62 persen , atau baru menjaring 494 kasus dari target 777 . Namun dari sisi komitmen penyembuhan dan manajemen pengobatan pasca-temuan , efektivitas kinerja Dinkes Kota Pekalongan adalah yang terbaik .
Opik menegaskan , komitmen 'temukan lalu obati' ini terus didukung oleh kesiapan logistik di seluruh lini pelayanan kesehatan . Masyarakat pun diimbau tidak perlu ragu mengakses layanan pemeriksaan gratis , karena seluruh faskes di Kota Pekalongan siap menjamin kerahasiaan identitas pasien secara penuh ., (Anto – Dirhamyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4867 |
Hits Hari ini |
: | 8161 |
Pengunjung Online |
: | 1 |