
Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Pekalongan , mencatat komitmen positif dari mayoritas warga yang hidup dengan HIV atau ODHIV, dalam menjaga kualitas kesehatannya.
Berdasarkan pemutahiran data hingga April 2026 , sebanyak 297 pasien tercatat berada dalam jalur pemulihan yang tepat , dengan rutin mengonsumsi obat Antiretroviral atau ARV . Namun , Dinkes tetap memberikan catatan edukasi mengenai adanya 175 pasien , yang saat ini statusnya putus kontrol atau lost to follow up .
Kabid Kesmas P2P Dinkes setempat, dokter Dita Rasnasuri menjelaskan , berdasarkan riwayat data tahunan , grafik penemuan kasus di Kota Pekalongan, memang fluktuatif cenderung meningkat .
Tercatat pada tahun 2021 ditemukan 112 kasus , naik menjadi 120 kasus di tahun 2022 , sempat melonjak ke angka 141 kasus pada 2023 , kemudian 116 kasus di 2024 , serta kembali naik menjadi 120 kasus di tahun 2025 . Sementara untuk tahun 2026 ini , hingga bulan Mei kemarin sudah tercatat adanya tambahan 39 kasus baru .
Dita menuturkan, meningkatnya tren temuan ini, salah satunya dipicu oleh derasnya arus transformasi digital , dan media sosial yang disalahgunakan. Kemudahan akses teknologi lewat berbagai gawai , ditengarai mempercepat paparan informasi pergaulan dan perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan generasi muda , termasuk remaja dan mahasiswa . Oleh karena itu , masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan , serta mengontrol aktivitas digital anak-anak di rumah .
Dita mengimbau masyarakat , untuk terus membangun ekosistem lingkungan yang mendukung , tanpa stigma negative . Bagi warga yang membutuhkan pemantauan medis maupun konseling secara sukarela , seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Pekalongan , siap melayani dengan jaminan kerahasiaan identitas yang sangat ketat , guna memotong rantai penularan sejak dini ., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4916 |
Hits Hari ini |
: | 3986 |
Pengunjung Online |
: | 1 |