
Persaingan pasar batik kini tidak hanya terjadi di toko atau galeri penjualan . Di era digital , media sosial dan platform daring menjadi ruang baru bagi pelaku usaha, untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas .
Untuk menjawab tantangan tersebut , Kemitraan menggelar pelatihan digital marketing bagi para pengrajin dan pengusaha batik lokal di Hotel Aston , pada 2 hingga 3 Juni 2026 . Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM batik , dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk .
Tim Leader Adaptation Fund Pekalongan , Arif Mahmudi menjelaskan , perubahan perilaku konsumen membuat strategi pemasaran konvensional, tidak lagi cukup untuk mendukung perkembangan usaha . Karena itu , pengrajin perlu memahami cara memanfaatkan media digital secara lebih efektif, agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif .
Hasil pendampingan yang dilakukan Kemitraan menunjukkan , meski sebagian besar pengrajin batik sebenarnya, sudah mengenal media sosial dan platform digital. Namun masih banyak yang membutuhkan penguatan kemampuan dalam menyusun strategi pemasaran, mengelola akun media sosial, serta membuat konten promosi yang menarik dan sesuai kebutuhan pasar .
Melalui pelatihan ini , peserta mendapatkan berbagai materi praktis mulai dari teknik promosi digital , pengelolaan media sosial , hingga pembuatan konten kreatif untuk memperluas jangkauan pemasaran produk batik .
Dengan bekal keterampilan tersebut , diharapkan para pengrajin mampu memanfaatkan ruang digital secara lebih optimal . Tidak hanya untuk meningkatkan penjualan , tetapi juga memperkenalkan batik ekologis kepada pasar yang lebih luas , sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pelaku usaha lokal ., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4868 |
Hits Hari ini |
: | 1816 |
Pengunjung Online |
: | 1 |