
Pemerintah Kota Pekalongan terus mendorong penggunaan gas elpiji subsidi 3 kilogram agar tepat sasaran. Meskipun hingga saat ini belum ada pembatasan penggunaan elpiji 3 kilogram bagi rumah tangga, masyarakat yang dinilai sudah mampu diharapkan secara sukarela mulai beralih menggunakan gas elpiji non subsidi.
Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Pekalongan, Ikey Istizara, mengatakan bahwa elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, kesadaran dari masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik sangat dibutuhkan agar distribusi subsidi dapat dirasakan oleh kelompok yang benar-benar berhak.
Menurut Isti, Pemerintah Kota Pekalongan juga telah memberikan contoh melalui kebijakan internal dengan mengarahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot untuk menggunakan gas elpiji non subsidi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan elpiji subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemkot Pekalongan berharap semakin banyak warga yang memahami pentingnya penggunaan subsidi secara tepat sasaran. Dengan beralih ke elpiji non subsidi bagi masyarakat mampu, diharapkan pasokan elpiji 3 kilogram tetap terjaga, distribusi lebih merata, dan program subsidi pemerintah dapat berjalan lebih efektif untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4877 |
Hits Hari ini |
: | 71 |
Pengunjung Online |
: | 1 |