
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Jawa Tengah I terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan secara gratis. Di Kota Pekalongan, program tersebut telah rutin digelar di sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Pekalongan (Unikal), UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur), dan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Selain itu, kegiatan edukasi juga kerap dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perusahaan sekuritas.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Jawa Tengah I, Fanny Rifqi El Fuad, mengatakan bahwa seluruh kelas dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat tidak dipungut biaya. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai investasi di pasar modal sekaligus meningkatkan jumlah investor yang memiliki pengetahuan memadai sebelum mulai berinvestasi.
Menurutnya, materi yang diberikan dalam Sekolah Pasar Modal disusun secara bertahap dan berjenjang. Peserta dapat mengikuti kelas mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga tingkat mahir. Setiap tingkatan memiliki kurikulum yang dirancang untuk membantu peserta memahami berbagai aspek investasi, mulai dari pengenalan pasar modal, analisis saham, hingga manajemen risiko dalam berinvestasi.
Fanny menegaskan bahwa menjadi investor di pasar modal memerlukan pengetahuan yang cukup mendalam karena investasi selalu memiliki risiko. Oleh karena itu, edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya tertarik pada potensi keuntungan, tetapi juga memahami risiko yang mungkin dihadapi. Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, BEI berharap semakin banyak masyarakat Pekalongan yang dapat berinvestasi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 2012 |
Pengunjung Online |
: | 1 |