
Faktor alam masih menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kota Pekalongan. Sebagai daerah pesisir, sejumlah destinasi wisata seperti Pantai Pasir Kencana sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lingkungan. Ketika cuaca kurang mendukung atau terjadi fenomena alam tertentu, jumlah kunjungan wisatawan cenderung menurun sehingga berdampak pada pendapatan sektor pariwisata.
Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo, menjelaskan bahwa selain faktor alam, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya perubahan tarif masuk ke Pantai Pasir Kencana. Menurutnya, sebagian masyarakat masih menganggap harga tiket masuk destinasi tersebut sebesar Rp25 ribu, padahal saat ini tarif reguler telah diturunkan menjadi Rp10 ribu per orang.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Pekalongan juga memberikan tarif khusus bagi pengunjung yang datang pada sore hari. Melalui program tiket senja, wisatawan yang masuk setelah pukul 17.00 WIB cukup membayar Rp5 ribu. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus menikmati suasana matahari terbenam di kawasan Pantai Pasir Kencana.
Untuk mengatasi kendala minimnya informasi tersebut, Pemkot Pekalongan berharap publikasi mengenai destinasi wisata dan tarif terbaru dapat lebih masif dilakukan melalui berbagai media, termasuk Radio Kota Batik. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas promosi wisata daerah, sehingga kunjungan wisatawan meningkat dan sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD Kota Pekalongan. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4876 |
Hits Hari ini |
: | 3296 |
Pengunjung Online |
: | 1 |