
Program Ngaji Sejarah yang dijalankan Omah Sinau Sogan terus berupaya menggali, mendokumentasikan, dan melestarikan sejarah kampung-kampung di Kota Pekalongan. Hasil penelusuran sejarah tersebut tidak hanya disimpan sebagai arsip, tetapi juga akan dikembangkan menjadi cerita anak dan dongeng yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa dari tingkat SD hingga SMA, bahkan untuk pendidik PAUD.
Sekretaris Bidang Seni dan Budaya Omah Sinau Sogan, Farid Lukman Aji, mengatakan bahwa pendekatan melalui cerita dan dongeng dipilih karena lebih menarik serta mudah dipahami oleh generasi muda. Menurutnya, penyampaian sejarah lokal dengan cara yang kreatif dapat membantu anak-anak mengenal lingkungan dan identitas daerahnya sejak dini tanpa merasa terbebani oleh materi yang terlalu formal.
Melalui cerita dan dongeng yang diangkat dari sejarah kampung, Omah Sinau Sogan berharap nilai-nilai kehidupan, pesan moral, serta identitas budaya yang melekat pada masyarakat Pekalongan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, upaya mengenalkan sejarah lokal masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain kebutuhan sumber daya manusia yang memadai, Omah Sinau Sogan juga terus mencari bentuk penyajian yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman agar materi sejarah dapat diterima oleh berbagai kalangan. Karena itu, selain membuka perekrutan volunteer baru, komunitas tersebut juga terus mengembangkan berbagai konsep penyampaian sejarah agar lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau seluruh generasi. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4921 |
Hits Hari ini |
: | 2907 |
Pengunjung Online |
: | 1 |