.jpeg)
Kondisi harga kebutuhan pokok di Kota Pekalongan secara umum masih terpantau stabil. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan rutin yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan di tiga pasar tradisional, yakni Pasar Grogolan, Pasar Banyurip, dan Pasar Banjarsari. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang serta menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani Kartika, menjelaskan sejumlah komoditas masih bertahan pada harga yang relatif stabil. Di antaranya beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, tahu, tempe, serta berbagai jenis ikan. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan pasokan kebutuhan pokok di Kota Pekalongan masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Gula pasir naik sekitar 0,14 persen atau Rp25 per kilogram, dari Rp17.475 menjadi Rp17.500 per kilogram dibandingkan bulan Juni. Sementara itu, bawang putih mengalami kenaikan paling tinggi, yakni 13,18 persen atau sekitar Rp5.800 per kilogram, disusul bawang bombai yang naik 2,22 persen atau sekitar Rp700 per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Seluruh jenis cabai tercatat turun antara 20 hingga 63 persen. Selain itu, harga daging ayam ras turun sekitar 7 persen, sedangkan telur ayam ras turun sekitar 6 persen. Fitria Yuliani Kartika menegaskan Dindagkop-UKM akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di Kota Pekalongan, sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan tenang. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4897 |
Hits Hari ini |
: | 2742 |
Pengunjung Online |
: | 1 |