
Sejumlah daerah pesisir di Jawa Tengah diperkirakan kembali terdampak banjir rob pada pertengahan Juli 2026. Wilayah Pantai Utara (Pantura) menjadi kawasan yang paling berpotensi mengalami genangan akibat kenaikan permukaan air laut. Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan dan mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Effendi, menyampaikan bahwa Kabupaten dan Kota Pekalongan menjadi daerah yang perlu memberikan perhatian khusus terhadap potensi rob tersebut. Di Kota Pekalongan, genangan diperkirakan terjadi terutama di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara. Sementara di Kabupaten Pekalongan, kawasan pesisir dan perairan Wonokerto berpotensi terdampak naiknya air laut.
Selain Pekalongan, Kabupaten Batang juga masuk dalam wilayah yang berisiko mengalami banjir rob, khususnya di sekitar Pelabuhan Klidang Lor dan Pantai Panorama. Potensi serupa diperkirakan terjadi di Kota Semarang, meliputi Kecamatan Genuk, kawasan Taman Mas, Mangunharjo, hingga Mangkang. Adapun di Kabupaten Demak, genangan diprediksi kembali terjadi di Kecamatan Sayung dan kawasan Desa Morodemak.
BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, serta pelaku usaha di kawasan pesisir untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut air laut. Mengingat rob diperkirakan berlangsung selama beberapa hari berturut-turut, warga diharapkan menyiapkan langkah mitigasi, seperti mengamankan barang-barang berharga, mengatur aktivitas di kawasan pesisir, serta meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kerugian akibat genangan air laut. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4898 |
Hits Hari ini |
: | 1450 |
Pengunjung Online |
: | 1 |