
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat sarana air minum dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi sumber air yang paling sedikit tercemar bakteri Escherichia coli atau E. coli. Berdasarkan hasil pengujian bakteriologi di 35 kabupaten/kota sepanjang 2025, mayoritas sumber air minum rumah tangga lainnya masih menunjukkan kandungan bakteri yang cukup tinggi.
Pengampu Program Penyehatan Air Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Atik Syarifatun, menjelaskan pengawasan kualitas air minum rumah tangga dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan mencakup sejumlah parameter, mulai dari kondisi fisik, kandungan kimia, hingga pemeriksaan bakteriologi. Menurutnya, tingginya cemaran bakteri pada air minum rumah tangga dapat berdampak terhadap capaian indikator kesehatan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Untuk menekan risiko tersebut, Dinas Kesehatan Jawa Tengah terus mendorong kolaborasi melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengolah serta menyediakan air minum yang aman dan sehat bagi keluarga.
Atik menegaskan, Dinas Kesehatan Jawa Tengah bersama pemerintah daerah siap menyiapkan langkah pembinaan apabila hasil evaluasi akhir pengawasan kualitas air minum di suatu wilayah masih berada di bawah standar. Pembinaan tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan pengelolaan air minum sehingga masyarakat memperoleh akses terhadap air yang lebih aman, sehat, dan memenuhi ketentuan kualitas yang ditetapkan. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4947 |
Hits Hari ini |
: | 2016 |
Pengunjung Online |
: | 1 |