
Unit Donor Darah atau UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menegaskan pentingnya penerapan standar mutu dan keamanan tinggi dalam setiap tahapan pelayanan transfusi darah. Penegasan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertema “From Donor to Patient” yang digelar di Pekalongan, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Ketua PMI Kota Pekalongan, Dwi Arie Putranto, menjelaskan bahwa proses transfusi darah memiliki rantai pelayanan yang panjang dan kompleks. Proses tersebut dimulai dari seleksi pendonor, pengolahan komponen darah, hingga pemeriksaan dan uji silang darah di rumah sakit.
Menurut Dwi Arie, setiap tahapan harus dilakukan secara teliti karena kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak serius terhadap keselamatan pasien. Hal itu terutama penting bagi pasien yang membutuhkan transfusi, seperti ibu yang menjalani persalinan maupun penderita talasemia.
Melalui seminar tersebut, Dwi Arie berharap tenaga medis dan teknisi laboratorium dapat memperkuat kolaborasi serta melakukan evaluasi secara berkala. PMI Kota Pekalongan berkomitmen membangun budaya keselamatan pasien sebagai tanggung jawab bersama, sehingga pelayanan darah yang diberikan dapat semakin aman, bermutu, dan terpercaya. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4962 |
Hits Hari ini |
: | 1042 |
Pengunjung Online |
: | 1 |