
Sejumlah upaya di lakukan untuk menekan peredaran narkoba di kalangan pelajar di Kota Pekalongan, salah satunya dengan melakukan sidak dan tes urine di sejumlah sekolah.
Petugas gabungan dari Kasbangpol Kota Pekalongan, BNN Kabupaten Batang, Satnarkoba Polres Pekalongan Kota, Satpol PP, Rumah Sakit Bendan dan Rumah Sakit Djunaid menggelar sidak tes urin
SMP 10 dan SMP 12 setempat.
Kepada Radio Kota Batik, Asisten konselor seksi rehabilitasi BNN Batang, Florentina Evivani mengatakan, adari dua sekolah tersebut ada 100 anak yang dites urinenya.
Menurut Floren, narkoba saat ini sudah masuk di kalangan remaja. Karena masa ingin tahu mereka dan juga pengaruh dari kawan sepermainannya sangat tinggi.
Floren menambahkan, pihaknya menghimbau pada masyarakat, apabila ada anggota keluarganya atau tertangga yang teridentifikasi menggunakan narkoba, segera untuk melaporkan ke BNN dan BNN akan mengupayakan untuk merehabilitasi dengan gratis.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Junaidi menjelaskan, tes urin ini bagian dari pencegahan agar para pelajar tidak terjerumus ke kenakalan remaja.
Selain itu juga, pihaknya memberikan sok terapi pada pelajar, agar jangan pernah sekalipun mengenal narkoba.
Junaidi menambahkan, untuk kalangan pelajar tingkat SMP yang sering ditemukan penyalah penggunaan obat-obatan dextro dan heximer. Sementara untuk narkoba jenis ganja dan sabu untuk kalangan pelajar di Kota Pekalongan, belum pernah ditemui.
( Indra Dwi Purnomo )







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4874 |
Hits Hari ini |
: | 2424 |
Pengunjung Online |
: | 1 |