Festival Gunung Slamet yang dilaksanakan di Lembah Asri, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga akan menghadirkan berbagai kegiatan yang dikemas secara menarik selama tiga hari.
Kepada Radio Kota Batikm Kades Desa Serang Kecamatan Karangreja Kab. Purbalingga, Sugito mengatakan acara diawali dengan ritual pengambilan air sikopyah oleh 777 peserta. Dan diantar sampai dengan persemayaman, di Balai Desa Serang.
Acara dilanjutkan dengan lomba masak ibu-ibu PKK setempat, ndopokan bareng, mengupas budaya dan agama oleh pakar-pakar budaya, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat, kemudian ditutup dengan musik Keroncong dengan menampilkan musisi Sundari Soekotjo.
Sugito menjelaskan hari kedua akan dibuka dengan pertunjukan Musik Tek-Tek dan dilanjutkan dengan perang tomat. Yaitu budaya setempat yang tetap dipertahankan, namun menggunakan hasil bumi agar bisa tetap menyerap produk petani dan bisa dibeli murah untuk mengikuti kegiatan.
Setelah itu ada kegiatan penanaman pohon bersama untuk kelestarian mata air dan kesenian kuda kepang. Kemudian ditutup dengan Akustik Gunung yang menghadirkan Pongki Barata.
Hari ketiga akan digelar Pawai Budaya, Ruwat Bumi dan pembagian Air Sikopyah yang sudah diambil di hari pertama. Dilanjut dengan Pentas Seni dan Budaya dan ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit serta Camp Sunrise di Wadas Gantung .
Sugito menambahkan rangkaian kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Dosen dari Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, Tokoh masyarakat, serta Seniman-seniman dari Jogja.
Pihak panitia sudah menyediakan paket wisata senilai 150 ribu rupiah per-orang. Dengan mendapatkan fasilitas menginap selama 3 hari 3 malam, akomodasi, dan bisa menikmati obyek wisata di desa serang.
(Amy Priyono W - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 2 |
Total Pengunjung |
: | 4925 |
Hits Hari ini |
: | 1836 |
Pengunjung Online |
: | 2 |