Dari data survey yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Pekalongan tahun 2015 dinyatakan bahwa kesadaran masyarakat dalam mengeluarkan pendapatan untuk biaya kesehatan masih rendah.
Kepada Radio Kota Batik, Kepala BPS setempat Eddy Prawoto mengatakan hanya 1,6% dari total seluruh pengeluaran masyarakat yang digunakan untuk masalah kesehatan.
Eddy menjelaskan jika rata-rata pengeluaran 2 juta rupiah perbulan maka hanya 32 ribu rupiah saja yang masyarakat keluarkan untuk kesehatan.
Padahal menurutnya berdsarkan jurnal-jurnal yang ada pengluaran kesehatan seharusnya berada di kisaran 6,4 persen dari total pengeluaran.
Eddy mengungkapkan prosentase pengeluaran untuk kesehatan ternyata jauh lebih rendah daripada pengeluaran masyarakat untuk hal yang berlawanan dengan kesehatan seperti salah satunya untuk membeli rokok.
Dari sejumlah survey yang dilakukan prosentase pengeluaran untuk membeli rokok bahkan mencapai 28% dari total pengeluaran.
Eddy berharap kedepan masyarakat bisa memberikan jawaban yang baik dan benar ketika disurvey oleh BPS, sehingga data yang dihasilkan seperti salah satunya data kesehatan adalah data yang benar benar akurat terjadi di masyarakat.
(Kharisma – Opix )







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 3527 |
Pengunjung Online |
: | 1 |