
Kondisi sanitasi di Kota Pekalongan menjadi salah satu dari 3 target kota tanpa kumuh atau 100-0-100 yang masih perlu penanganan intensif yang berkelanjutan.
Kepada Radio Kota Batik Asisten Sekda Bagian Pembangunan Sri Wahyuni mengatakan untuk pemenuhan 100-0-100 progressnya masih memerlukan penanganan berkelanjutan terutama pada sanitasi.
Menurut Sri Wahyuni sanitasi di Kota Batik seperti drainase ataupun saluran belum maksimal dan banyak yang tersumbat karena masih banyak menimbulkan genangan terlebih saat hujan.
Sementara itu Koordinator Komunitas Bangun Perkotaan atau KBP setempat Sudjaka Martana mengungkapkan untuk mengatasi sanitasi diperlukan upaya secara bertahap karena juga dipengaruhi masalah anggaran.
Sjaka menambahkan pihaknya berharap pemenuhan sanitasi layak juga perlu didorong dengan kebersamaan masyarakat dengan menjaga saluran di lingkungan sekitarnya agar terwujud kota tanpa kumuh 100-0-100 di tahun 2019. (Kharisma - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4947 |
Hits Hari ini |
: | 248 |
Pengunjung Online |
: | 1 |