Para perajin batik di wilayah Pasirsari mengaku, meski bisa memperoleh hasil maksimal dari peningkatan jumlah pesanan batik, namun ternyata tidak berbuah manis. Sebab harga sejumlah bahan baku batik juga ikut mengalami kenaikan.
Ketua Paguyuban Perajin Batik Serikat Batik Pasirsariatau Serba Pas, Shodikin HS, kepada Radio Kota Batik mengatakan, seolah menjadi hukum pasar, kenaikan proses produksi batik yang seharusnya bisa menguntungkan para perajin batik, justru diikuti dengan kenaikan ongkos produksi.
Mengingat, untuk saat ini harga kain mori jenis rayon yang sebelumnya hanya 8 ribu per yar, kini naik menjadi 8300 per yar.
Sedangkan kain mori katun dikisaran harga 9800 rupiah per yar, padahal sebelumnya 9500 rupiah per yarnya, sehingga otomatis membuat para perajin harus mengurangi laba produksi untuk bisa membayar upah pekerja.
Selain bahan baku kain mori, menurut Shodikin harga pewarna batik, malam atau lilin dan gondorukem juga mengalami kenaikan meski tidak signifikan.
(Tri Handayani - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4960 |
Hits Hari ini |
: | 2087 |
Pengunjung Online |
: | 1 |