Meski Puskesmas Dukuh Kecamatan Pekalongan Utara sudah cukup lama bisa melayani pasien dengan menggunakan obat herbal atau jamu, namun ternyata hal tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Dokter Umum Puskesmas Dukuh, Ismail Ahmad mengatakan, pelayanan dengan menggunakan obat herbal atau jamu pada awalnya cukup diminati, namun setelah ada program pengobatan gratis di Puskesmas, banyak warga yang lebih memilih gratis.
Kepada Radio Kota Batik, dokter Ismail mengungkapkan, sejauh ini saintifikasi jamu di Puskesmas Dukuh belum mendapatkan subsidi dari Pemkot setempat.
Menurut dokter Ismail Ahmad, jamu atau obat herbal yang digunakan masih didatangkan dari Tawangmangu, disesuaikan dengan indikasi masing-masing pasien.
Pihaknya berharap, masyarakat bisa mengkonsumsi jamu atau obat herbal untuk menjaga kesehatan, bukan mengunjungi pusat kesehatan pada saat sudah merasakan sakit dan mengkonsumsi obat-obatan kimia saja.
(Tri Handayani - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4859 |
Hits Hari ini |
: | 1314 |
Pengunjung Online |
: | 1 |