Kerusakan di pesisir Pantai Utara pula Jawa yang terjadi akibat kesalahan manusia dinilai paling parah dari sejumlah pesisir pulau lainnya di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia Sjarief Wijaya saat memberikan bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan pada nelayan di TPI Pekalongan.
Menurut Syarif Wijaya penggunaan alat tangkap tak ramah lingkungan yang mata jaringnya kecil dan memiliki pemberat selain merusak siklus kehidupan ikan dan menghancurkan dasar laut.
Kepada Radio Kota Batik Sjarief menjelaskan di Arafuru ataupun Natuna setelah secara bertahap nelayan beralih ke alat tangkap ramah lingkungan dan membuat kapal asing pergi sehingga kondisi laut kembali pulih dan stok ikan meningkat hingga 2 kali lipat.
Sedangkan di pantai utara jawa meskipun stok ikan mulai membaik namun kenaikannya belum bergerak hal tersebut disebabkan parahnya kerusakaan yang dialami pantai utara jawa.
Sjarief mengungkapkan nelayan kini sudah mulai berhati hati dalam menangkap ikan dengan memperhatikan alat tangkap yang dipakai Agar laut akan mulai melakukan proses pemulihan dan ikan bisa kembali tumbuh. (Kharisma - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4859 |
Hits Hari ini |
: | 1362 |
Pengunjung Online |
: | 1 |