.jpg)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Tegal kembali mengingatkan masyarakat terhadap bahaya potensi angin kencang pada saat pergantian musim.
Diakui, meski pada saat ini terkesan landai, namun potensi ancaman bencana angin kencang di masa peralihan semakin besar, sebab energi tersimpan terlalu lama.
Kepada Radio Kota Batik, Prakirawan BMKG Tegal Syaiful Amri mengatakan, perubahan musim kemarau ke musim penghujan, cenderung mempengaruhi perubahan angin timuran ke baratan, sehingga arah angin juga berubah dan memicu terjadinya angin kencang termasuk puting beliung.
Selain itu, ditambah pula dengan kelembapan udara yang tinggi, serta didukung kondisi atmosfir yang labil.
Syaiful Amri menambahkan, angin puting beliung yang terjadi pada saat masa peralihan, biasanya didahului dengan kondisi cuaca pada pagi harinya atau hari sebelumnya sangat terik, kemudian dalam waktu singkat pada siang harinya, akan ada awan hitam pekat seperti bunya kol atau cumulunimbus yang disertai petir.
(Tri Handayani - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4859 |
Hits Hari ini |
: | 1348 |
Pengunjung Online |
: | 1 |