Data dari Dinas Kesehatan menyebutkan ada sebanyak 24 dari 27 kelurahan di Kota Pekalongan, saat ini masyarakatnya masih berperilaku Buang Air Besar Sembarangan atau BABS.
Kepada Radio Kota Batik Kepala Dinas Kesehatan Slamet Budiyanto mengatakan hingga saat ini baru ada 3 kelurahan yang ODF atau bebas dari BABS yakni Kelurahan Kauman, Medono dan Podosugih.
Padahal, menurut Slamet Budiyanto sudah 95% masyarakat memiliki jamban. Namun, sejumlah kelurahan khususnya yang berada di pinggiran sungai masih ada helikopter yang menjadi indikasi perilaku BABS.
Sehingga banyak kelurahan yang belum berani untuk mendeklarasikan diri sebagai ODF atau bebas dari BABS.
Slamet Budiyanto mengatakan bebas BABS tidak diukur dari jumlah kepemilikan jamban tetapi dinilai dari perilaku warga yang memanfaatkan jamban yang ada di leingkungannya, seperti MCK komunal.
Untuk itu, mulai awal 2018 pihaknya akan mulai mendorong pihak kelurahan agar bisa mengedukasi warganya untuk tidak berperilaku BABS. Sehingga di tahun 2019 seluruh kelurahan bisa mendeklarasikan ODF bersamaan dengan terselesaikannya program 101 Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh. (Kharisma - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4859 |
Hits Hari ini |
: | 1377 |
Pengunjung Online |
: | 1 |