Walaupun belum seluruhnya namun beberapa pengusaha di Kota Pekalongan sudah mulai beralih dari gas elpiji bersubsidi ukuran 3kg ke Bright gas ukuran 5,5 kg.
Seperti dilakukan oleh Amalia pengusaha Laundry di Jalan Sumatra yang dulu sempat menggunakan gas melon sekarang beralih menggunakan Bright gas karena merasa repot dengan pembelian serta harga yang tidak terlalu jauh namun kualitas lebih baik.
Selain itu, gas non-subsidi dipilih karena digunakan untuk keperluan usaha sehingga pastinya akan menghasilkan provit atau keuntungan yang sudah bisa membiayai usaha termasuk untuk membeli Bright Gas tersebut.
Kepada Radio Kota Batik, Amalia menjelaskan Bright Gas berukuran 5,5 kg sebelumnya memang sempat sulit dicari, namun sekarang dirasa lebih mudah karena mulai banyak suplier yang menyediakannya.
Amalia menambahkan para pengusaha lain yang masih menggunakan gas bersubsidi ukuran 3 kilogram dihimbau agar mulai beralih menggunakan gas non-subsidi. Karena ada orang lain yang lebih berhak menggunakan gas melon tersebut.
Selain itu, juga harus diperhitungkan harga standar dengan modal dari gas non-subsidi. Sehingga harga jual ke konsumen menjadi wajar dan tidak ada pihak yang dirugikan. (Amy Priyono W - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4860 |
Hits Hari ini |
: | 5532 |
Pengunjung Online |
: | 1 |