
Ratusan anak SD/MI yang memiliki masalah pada Telinga Hidung dan Tenggorokan atau THT , diperiksa oleh sejumlah tim dokter spesialis THT dari RSUP dokter Karyadi Semarang, pada Sabtu, 25 November 2017 di kampus Unikal.
Kepada Radio Kota Batik, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dokter Tuti Widayanti mengatakan, ratusan anak Sd tersebut , hasil dari pemeriksaan sebelumnya yang telah dilakukan Dinkes, pada bulan September lalu.
Setelah diperiksa oleh tim dokter, harapannya nanti anak bisa rutin membersihkan secara mandiri dengan alat yang diperkenankan, agar tidak bermasalah lagi.
Sementara itu, salah satu spesialis THT dari RSUP Karyadi, dokter Fredi mengungkapkan, kebanyakan masalah seputar THT yang dialami anak adalah telinganya terasa penuh, karena ada sumbatan kotoran telinga yang mengeras atau pun lembek, yang berasal dari polusi.
Menurut dokter Fredi, meskipun kotoran tersebut . hal yang wajar diproduksi manusia, namun apabila dibiarkan, lama lama akan mengurangi pendengaran, bahkan bisa membuat anak tidak bisa mendengar.
Dokter Fredi menambahkan, tim dokter akan membersihkan dan mengeluarkan kotoran yang menyimbat telinga anak tersebut, namun apabila sifat kotorannya lebih spesial, maka akan di rujuk ke rumah sakit. (Kharisma - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4859 |
Hits Hari ini |
: | 1295 |
Pengunjung Online |
: | 1 |