
Sebuah kritik bisa di sampaikan dengan karya, salah satunya dengan menggunakan lukisan. Hal tersebut dilakukan oleh para Perupa Pekalongan, dengan menggelar pameran seni rupa yang bertema Toleransi, di halaman Museum Batik, pada Sabtu 25 November 2017.
Kepada Radio Kota Batik, salah seorang Perupa, Aan Jindan mengatakan, tema toleransi yang ambil merupakan bentuk wujud kekritisan dari para perupa. Karena melihat fenomena toleransi yang ada di Indonesia yang semakin tipis.
Menurut Aan, pihaknya menggelar kegiatan di halaman museum batik, karena ingin menyatukan antara seni rupa dan budaya.
Selain itu, juga ingin menghilangkan batasan antara seni dan masyarakat. Beharap pesan yang di sampaikan lewat karya seni, bisa di terima oleh masyarakat.
Aan mengungkapkan, pihaknya bangga dengan kegiatan ini. Karena dari 20 peserta, mayoritas di isi dengan perupa pemuda.
Aan menambahkan, kegiatan pameran karya perupa ini akan berlangsung hingga hari Rabu, tanggal 29 November mendatang.
( Indra Dwi Purnomo – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4859 |
Hits Hari ini |
: | 1350 |
Pengunjung Online |
: | 1 |