
Curah hujan di wilayah Pantura, tidak banyak berubah dengan adanya Siklon Tropis Cempaka. Sejak muncul siklon tropis cempaka, pada 26 November lalu, perubahan cuaca di Pantura belum masuk kategori ekstrem.
Prakirawan BMKG Tegal, Hendi Andriyanto kepada Radio Kota Batik menjelaskan, pengaruh Siklon Tropis Cempaka di Pantura terbilang kecil, kemungkinan karena jarak dari awal kemunculannya yang jauh, yaitu di Selatan Pulau Jawa.
Menurut Hendi, siklon tropis cempaka yang membawa uap air dalam jumlah banyak itu, sekarang sudah makin lemah, dan makin menjauh dari khatulistiwa.
Hendi Andriyanto menambahkan, curah hujan dan kecepatan angin di wilayah pantura pada beberapa hari ke depan diperkirakan masih normal. Namun kemungkinan tetap ada peningkatan, karena pengaruh musim hujan. (Khanif – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4859 |
Hits Hari ini |
: | 569 |
Pengunjung Online |
: | 1 |