
Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang cukup stabil untuk saat ini, ternyata tidak mampu menstabilkan harga bahan baku kayu, untuk usaha furniture yang ada di Kota Batik.
Pemilik Usaha Karya Zakaria Furniture mengungkapkan harga bahan baku kayu yang biasanya mengikuti fluktuasi dollar Amerika Serikat, saat ini justru mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan.
Kepada radio Kota Batik Zakaria mengatakan, kemungkinan penyebab kenaikan harga kayu saat ini lebih dikarenakan oleh keterlambatan distribusi pasokannya.
Menurut Zakaria, bahan baku papan kayu pinus yang digunakan selama ini mengalami kenaikan dari sebelumnya 38 ribu perlembar ukuran tebal 3 centimeter, lebar 20 centimeter dan panjang 2 meter persegi, saat ini menjadi 42 ribu rupiah.
Zakaria menambahkan, akibat kenaikan harga papan kayu pinus tersebut harga rehab set sofa maupun kursi yang biasanya mencapai 1,5 juta naik 200 ribu rupiah menjadi 1,7 juta rupiah per setnya. (Tri Handayani - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 2923 |
Pengunjung Online |
: | 1 |