
Sejumlah Sekolah Menengah Pertama di Kota Pekalongan sudah menerapkan Kurikulum 2013 sejak pertama kali resmi diamanatkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sekitar lima tahun lalu.
Sayangnya penerapan ini tidak didukung dengan jumlah instruktur yang memadai atau pelatihan rutin tentang materi tersebut.
Dalam dialog di Radio Kota Batik, Kepala SMP Islam Pekalongan, Titik Purwaningsih menjelaskan Kurikulum 2013 setiap tahun mengalami berbagai revisi oleh Kemendikbud. Hal ini biasanya ditindaklanjuti dengan pelatihan pada sejumlah guru atau instruktur pengampu kurikulum.
Seperti SMP Islam proses penyegaran ini hanya bisa di peroleh dari satu orang instruktur saja atau dari berbagai sumber lain seadanya.
Sementara itu, Koordinator Pengawas Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan setempat, Kadaryanto menanggapi memang selama ini pelatihan Kurikulum 2013 lebih banyak mengarah pada pengajar sekolah dasar/yang dianggap lebih membutuhkan.
Kadaryanto menambahkan pelatihan tersebut pada masa mendatang akan menyasar pula pengajar dan instruktur di SMP sederajat menyesuaikan dengan dana dari APBD. (Khanif – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4837 |
Hits Hari ini |
: | 6328 |
Pengunjung Online |
: | 1 |