
Kelompok Komunikasi dan transportasi di tahun 2018, menjadi komoditi penyumbang terjadinya inflasi terbesar di wilayah Kota Pekalongan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten II Setda, Sri Wahyuni, dalam Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID se Eks Karasidenan, Rabu 18 April 2018 di Hotel Santika.
Menurut Sri Wahyuni, saat ini pulsa yang digunakan sebagai penunjang komunikasi dinilai sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat, sehingga komunikasi menjadi kebutuhan sehari-hari dan menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Sri Wahyuni, kepada Radio Kota Batik menjelaskan, untuk komoditi sejumlah sembako seperti cabai merah keriting, cabai merah besar dan bawang putih, malah stabil dan cenderung turun.
Sedangkan untuk harga yang mengalami kenaikan saat ini, adalah pada komoditi telur, ayam boiler dan bahan-bahan bangunan.
Sri Wahyuni menambahkan, untuk menghadapi bulan puasa nanti perlu adanya sinergi antar kabupaten kota se Eks Karasidenan untuk mengetahui masing-masing suplier komoditi, sehingga bisa segera dilakukan penanganan saat terjadi kekurangan suplay.
(Kharisma- Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4916 |
Hits Hari ini |
: | 4227 |
Pengunjung Online |
: | 1 |