
Dari 395 calon jamaah haji dari Kota Pekalongan, yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini, sekitar 60 persen diantaranya termasuk kategori berisiko kesehatan tinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, dokter Tuti Widayanti, kepada Radio Kota Batik mengatakan, para calon jamaah haji itu masuk kategori risiko tinggi diantaranya karena mengidap penyakit diabetes, darah tinggi, atau gangguan jantung.
Menurut dokter Tuti, mereka tetap bisa berangkat ke tanah suci setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan mendapat surat istita’ah.
Dokter Tuti Widayanti berharap,calon jamaah haji risiko tinggi harus mengikuti anjuran dari tenaga kesehatan, agar tetap dalam kondisi yang baik sampai masuk waktu keberangkatan pada Juli mendatang.
(Khanif – Dirhamsyah)