
Dari tujuh ricemill atau pengililingan padi yang ada di wilayah Kota Pekalongan saat ini, hanya ada 3 diantaranya yang masih aktif beroperasi dalam proses penggilingan dan penjemuran padi.
Kasie Distribusi Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Edi Roso kepada Radio Kota Batik mengatakan, penurunan jumlah pengilingan padi ini diakibatkan jumlah lahan sawah di Kota Batik yang semakin sempit.
Menurut Edi Roso, jumlah lahan pertanian yang tersisa di Kota Pekalongan saat ini, hanya di sekitar 100 hektar. Sehingga pengelo akhirnya memilih untuk menutup operasional ricemillnya.
Edi menjelaskan, pihak pengelola penggilingan padi itu, kadang harus menunggu lama hasil panen dari petani, sehingga para pekerjanya lebih sering menganggur.
Edi Roso menambahkan, pemantauan harga beras di tempat penggilingan padi juga terbilang sulit dilakukan, karena proses penggilingan dan ketersediaan padi yang tidak bisa dipastikan waktunya.
(Khanif – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4955 |
Hits Hari ini |
: | 670 |
Pengunjung Online |
: | 1 |