
Berbagai cara dilakukan untuk beramal, salah satunya yang dilakukan oleh Heri, pedagang nasi megono yang Berjualannya di Jalan Capgawen depan Pasar Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Khusus pada hari Jum’at, Heri sengaja menggratiskan daganganya untuk anak yatim piatu maupun kaum dhuafa lainnya.
Menurut Heri, semenjak ikutan mengaji di pondok Pesantren Darus Salam Puri Kedungwuni, dirinya tergugah untuk melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi banyak orang, sesuai dengan kemampuannya.
Selain itu, warung nasi sendiri juga sengaja dipasang kain, yang bertuliskan gratis untuk anak yatim-piatu dan kaum dhuafa, agar anak-anak dan kaum dhuafa yang kebetulan melintas bisa mengetahuinya.
Kepada Radio Kota Batik, Heri mengatakan, tidak sedikit orang yang mencibir mengenai dagangnya. Namun bagi dirinya, cibiran dari banyak orang iniah yang justru mencambuk untuk terus beramal sesuai dengan kemampuanya.
Heri menambahkan, warungnya hanya memang buka setiap pagi dan hanya menyediakan untuk sarapan warga setempat. Biasanya ia membuka warungnya dari jam 06.00 hingga pukul 08.00.
Sementara itu, Rossa, salah satu pelanggan nasi megono milik Heri mengatakan, ia mengaku senang dengan adanya layanan gartis bagi anak yatim seperti dirinya dan teman teman nya yang juga anak yatim.
(Indra Dwi Purnomo)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4963 |
Hits Hari ini |
: | 1549 |
Pengunjung Online |
: | 1 |