Dari data Mekanisme Pemutahiran Mandiri atau MPM yang saat ini tengah dilakukan di Kota Pekalongan sampai Mei 2018 tercatat sudah ada 24ribuan pendaftar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Sosial Dinsos P2KB, Darsilah saat kegiatan Evaluasi Pelaksanaan MPM di Hotel Horison pada Kamis, 3 Mei 2018.
Menurut Darsilah, dari total pendaftar tersebut, 2900 jiwa diantaranya sebagai pendaftar pasif yakni yang didaftarkan oleh pihak tetangga atau tokoh masyarakat, dan 21 ribuan jiwa merupakan pendaftar aktif yang secara mandiri mendaftar sendiri.
Kepada Radio Kota Batik Darsilah mengatakan, pendaftar aktif memang sangat banyak padahal jumlah masyarakat miskin di Basis Data Terpadu atau BDT hanya 4ribuan jiwa.
Hal itu berarti banyak masyarakat yang mengaku miskin atau sengaja mendaftarkan diri, supaya bisa ikut mendapatkan subsidi atau bantuan dari pemerintah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bappeda, Rasmani mengungkapkan, MPM dilakukan agar kedepan, pemerintah mempunyai data valid tentang masyarakat yang benar-benar miskin.
Sehingga ketika merencanakan program akan tepat sasaran dan bisa mengurangi angka kemiskinan yang pada 2017 lalu sebesar 7,47 persen dari jumlah penduduk, sesuai target RPJMD di 2021 turun menjadi 5,7 persen jumlah penduduk. (Kharisma - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4807 |
Hits Hari ini |
: | 237 |
Pengunjung Online |
: | 1 |