Dari sebanyak 2119 nelayan Kota Pekalongan, baru sebanyak 1395 diantaranya yang memiliki Kartu Nelayan, dan 219 lainnya telah memiliki kartu nelayan berasuransi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Aris Sidarcahya, kepada Radio Kota Batik menjelaskan, ratusan nelayan yang belum memiliki kartu itu, sebagian besar merupakan anak buah kapal.
Pengusaha kapal yang mempekerjakan mereka, biasanya belum mendaftarkan para Abk tersebut karena pertimbangan belum memerlukannya.
Aris Sidarcahya menambahkan, kartu nelayan berguna untuk membeli keperluan melaut dengan harga subsidi, diantaranya untuk produk solar.
Sementara kartu nelayan berasuransi, manfaatnya antara lain untuk melindungi para nelayan ketika melaut, dalam bentuk santunan jika mengalami kecelakaan kerja. (Khanif –Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4926 |
Hits Hari ini |
: | 2796 |
Pengunjung Online |
: | 1 |